Website Resmi Desa Gebugan
Potensi Desa

Potensi Desa Gebugan

Mengenal berbagai potensi pertanian, seni budaya, kegiatan masyarakat, serta potensi ekonomi lokal yang berkembang di Desa Gebugan.

Potensi Lokal

Potensi yang tumbuh bersama masyarakat desa

Informasi mengenai kelompok tani, kelompok seni, kegiatan masyarakat, serta usaha lokal yang ada di Desa Gebugan.

01
🌾
Pertanian

Potensi Pertanian

Terdapat 1 kelompok tani aktif yang menjadi bagian dari potensi pertanian Desa Gebugan.

02
🎭
Seni Budaya

Kesenian Desa

Terdapat 3 kelompok seni aktif yang ikut menjaga dan mengembangkan kesenian lokal Desa Gebugan.

03
🤝
Masyarakat

Kegiatan Masyarakat

Kegiatan sosial, kelompok masyarakat, dan kebersamaan warga menjadi bagian penting dalam kehidupan desa.

Pertanian Desa

Kelompok tani di Desa Gebugan

Kelompok tani menjadi wadah bagi masyarakat untuk bekerja sama dalam kegiatan pertanian dan mengembangkan hasil pertanian desa.

🌾
Cengkeh

Sami Widodo

Kelompok tani ini menjadi wadah bagi para petani untuk bekerja sama dalam kegiatan pertanian, berbagi informasi, serta mengembangkan hasil pertanian di Desa Gebugan.

👤 Ketua: Pak Maskur
🌱 Komoditas: Cengkeh
👥 Jumlah anggota: 50 orang
Seni dan Budaya

Kelompok seni di Desa Gebugan

Kelompok seni menjadi ruang bagi masyarakat untuk menjaga, mengembangkan, dan memperkenalkan kesenian lokal Desa Gebugan.

Turangga Jati
Kuda Lumping

Turangga Jati

Kuda Lumping menjadi kesenian yang paling mampu bertahan hingga sekarang melalui Paguyuban Turonggo Jati Bengkle. Sejarah kelompok ini bermula sekitar tahun 1955 dengan nama Tunas Gembira. Setelah sempat berhenti beraktivitas akibat situasi politik nasional pada pertengahan tahun 1960-an, kelompok ini kembali bangkit pada tahun 1970 dan pada tahun 1984 resmi menggunakan nama Turangga Jati. Nama tersebut dipilih karena mengandung makna filosofis mengenai kesatuan antara jiwa, raga, dan semangat seorang penari dengan kuda yang menjadi simbol utama dalam pertunjukan. Dalam pandangan masyarakat, seorang penari tidak hanya memainkan gerakan tari, tetapi juga harus mampu menyatu dengan karakter yang diperankannya sehingga pertunjukan dapat menghadirkan makna yang lebih mendalam.

🎨 Jenis seni: Kuda Lumping
👤 Pengelola: Pak Wahyudi
Turonggo Welit Krido Mudo
Kuda Lumping

Turonggo Welit Krido Mudo

Pada masa awal berdirinya, TWKM dipandegani oleh Almarhum Bapak Bambang Sri sebagai ketua pertama. Perjalanan kelompok ini juga tidak terlepas dari peran para sesepuh seperti Mbah Ngateman, Mbah Rusmin, Pak Sutekno, dan Pak Kastiman yang turut menjaga keberlangsungan kesenian Kuda Lumping di Krajan. Nama Turonggo Welit Krido Mudo sendiri menyimpan cerita mengenai identitas kesenian yang mereka bawa.

🎨 Jenis seni: Kuda Lumping
👤 Pengelola: Pak Gunawan
Sanggar Seni & Budaya Among Rasa Atunggal
Seni Tari & Karawitan Kreasi

Sanggar Seni & Budaya Among Rasa Atunggal

Sanggar Seni & Budaya Among Rasa Atunggal merupakan sanggar yang bergerak dalam bidang pelestarian dan pengembangan seni budaya tradisional di wilayah Wujil, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang. Sanggar ini menjadi tempat bagi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk belajar, berlatih, berkarya, serta mengenal lebih dekat berbagai kesenian dan nilai-nilai budaya lokal. Selain menyelenggarakan kegiatan pembelajaran seni, Sanggar Among Rasa Atunggal juga aktif mengadakan dan mengikuti sarasehan, gelar seni budaya, serta pertunjukan kesenian rakyat. Melalui semangat kebersamaan dan nguri-uri kabudayan, sanggar ini berupaya menjaga agar seni, budaya, dan kearifan lokal tetap dikenal, dicintai, dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

🎨 Jenis seni: Seni Tari & Karawitan Kreasi
👤 Pengelola: Robby Arsadani, S. Sn
📞 Kontak: 085700445884
Ekonomi Lokal

UMKM sebagai bagian dari potensi ekonomi desa

Desa Gebugan memiliki berbagai usaha masyarakat yang bergerak dalam bidang produk maupun jasa. Informasi lengkap pelaku usaha ditampilkan pada halaman UMKM Desa.

Lihat UMKM Desa
🏪